Senin, 25 Agustus 2014

Apa itu Rana?

Rana itu fungsinya untuk membuka dan menutup jalan masuknya cahaya, sebelum pada waktu dan sesudah pengambilan foto dilakukan.

Rana ini dapat juga berfungsi sebagai sarana pengatur banyak sedikitnya cahaya/sinar yang masuk mengenai bidang film (seperti fungsi diafragma) yaitu dengan :

Waktu yang diperlukan oleh rana ini untuk membuka dan menutup itu.

Makin lama rana membuka, makin banyak sinar akan masuk. Dan sebaliknya.

Makin cepat gerak rana menutup lagi, makin sedikit sinar masuk menuju bidang film.

BILANGAN-BUKAAN-RANA

1 - 2 -4 - 8 - 15 - 30 - 60 - 125 - 250 - 500 - 1000 - 2000 - 4000, ditambah dengan huruf (B) atau (T)

Pemasangan kita pada bilangan-bilangan tersebut di atas akan menentukan waktu yang digunakan oleh rana, untuk membuka kemudian menutup lagi, dalam hitungan SEPERSEKIAN DETIK

Jadi, pada pemasangan kita pada bilangan- (15) waktu yang diperlukan oleh rana, membuka dan menutup lagi, adalah 1/15 detik atau dengan kata lain : Film akan tercahayai selama 1/15 deti itu.

Demikain pula : (60) menunjukan kecepatan rana 1/60 detik, (250) menunjukan kecepatan rana 1/250, (1000) menunjukan kecepatan rana 1/1000

Sedangkan B (Bulb) : Kalau kita membutuhkan waktu lebih dari 1 detik. rana terbuka waktu kita tekan tombol pemotretan dan baru tertutup waktu kita lepaskan tombol tersebut. Selama tombol pemotretan ditekan, rana tetap terbuka, film tetap tercahayai.

Dan T (Time) : Kalau kita membutuhkan waktu yang lebih lama lagi. Rana terbuka terus setelah kita tekan tombol pemotretan, sampai tombol kita tekan lagi baru rana menutup lagi. Selama itu, film terus tercahayai.

Manual "M" Pada Kamera DSLR

Diafragma adalah komponen dari lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera. Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu. Ini dikarenakan fungsinya untuk menghentikan cahaya yang akan masuk ke bidang fokal, diafragma juga disebut sebagai stop, blind, field stop dan flare stop.

Diafragma sering di simbolkan f/number pada kamera DSLR. f/number biasanya terdapat dibelakang lensa. Terdiri dari 5-8 lempengan logam yang tersusun dan dapat membuka lebih lebar atau lebih sempi. Angka terkecil pada pengaturan f/number pada kamera DSLR adalah dari f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, dan f/16, dst. Semakin besar angka diafragma maka bukaan diafragma semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil angka diafragma yang anda gunakan semakin besar pula bukaan diafragma.

ISO (International Standart Organization) atau nama lain adalah ASA (American Standard Association). ISO sering dikenal dengan kualitas dari film yang kamu gunakan pada kamera DSLR Analog. Beda pada kamera DSLR Digital, ISO terdapat pada sensor kamera. Pada kamera DSLR Digital menyediakan option untuk Manual ISO yaitu 100, 200, 400, 800, dst dan Auto ISO.

Shutter Speed (Kecepatan Rana) dapat dikatakan sebagai tirai pada kamera yang menutupi permukaan atau sensor foto. Dimana anda akan menentukan seberapa banyak cahaya yang akan ditangkap. Shutter Speed juga di simbolkan dengan angka lebih tepatnya hitungan satuan perdetik pada bukaan yang terdapat pada kamera yaitu 8000, 4000, 2000, 1000, 500, 250, 125, 60, 30, 15, 8, 4, 2, dan 1. Jika anda menggunakan shutter speed 60 maka anda menggunakan shutter speed 1/60 detik.

Menggunakan kamera DSLR dengan menggunakan teknik freeze



Menggunakan kamera DSLR dengan menggunakan teknik freeze yaitu speed cepat kita gunakan untuk memotret benda yang bergerak. Semakin cepat pergeraan benda tersebut, maka semakin besar angka speed shutter yang harus kita gunakan. Dengan beberapa teknik dasar menggunakan kamera DSLR ini, semoga dapat membantu anda dalam bereksperimen untuk menghasilkan kualitas gambar sesuai dengan yang diinginkan, semoga bermanfaat dan selamat