Selasa, 25 November 2014

Teknik Foto High Dynamic Range ( HDR )


Teknik HDR atau High Dynamic Range adalah teknik untuk merepresentasikan tingkat kecerahan yang lebih luas dari yang biasanya mampu ditampung pada hasil pemotretan normal. Fotografi HDR mampu menghasilkan foto yang tampak lebih natural seperti yang dilihat oleh mata.

Dalam dunia fotografi, rentang dinamis berarti perbedaan antara bagian dan nilai warna paling gelap. Dengan kata lain, jangkauan dinamis berarti kontras dari sebuah foto. HDR fotografi berarti foto yang memiliki jangkauan dinamis yang lebih besar dari foto biasa. Foto HDR memiliki jangkauan (rentang) dinamis yang lebih besar dari gambar yang dapat ditangkap kamera.

Rentang dinamis ini diukur dalam satuan Exposure Value antara bagian yang tercerah dan tergelap dalam suatu foto. Sekedar informasi, rentang dinamis yang mampu ditampung dalam format JPG berkisar antara 5 hingga 8 stop sementara RAW bisa menampung antara 10 hingga 12 stop.

Di sisi lain jika dibandingkan dengan mata, mata manusia dalam satu waktu bisa menampung rentang dinamis hingga 14 stop. Bahkan bila memasukkan variabel berupa bukaan diafragma pada mata (iris), rentang dinamis yang mampu ditampung oleh mata hampir mencapai 24 stop! Inilah yang menjelaskan mengapa mata manusia mampu melihat detail di daerah terang dan gelap jauh lebih baik dari kamera tercanggih sekalipun.

Foto HDR sendiri pada dasarnya tidak selalu mutlak dibutuhkan. Saat kita memotret sesuatu yang memiliki pencahayaan merata dan kamera sanggup menangkap semua terang gelap dari bidang foto dengan baik, kita tidak merasa ada yang salah dengan foto tersebut. Namun umumnya saat siang hari, dimana sebagian dari langit yang terang ikut terekam dalam foto, barulah kita mulai merindukan ‘kemampuan lebih’ dari sebuah kamera.

Sayangnya kamera modern saat ini pun masih belum sanggup memberikan lebih dari apa yang dia bisa, dihadapkan pada kondisi kontras tinggi, metering kamera hanya memilih antara menyelamatkan detil di area gelap (mengorbankan detil di area terang) atau sebaliknya. Maka kita lah yang perlu mengeluarkan sedikit usaha untuk memperbaiki foto dengan teknik HDR, bila perlu.

Tipsm Memilih Lensa Kamera yang Tepat!



Mau beli lensa baru, tapi belum bisa menentukan mana yang cocok untuk anda? Memilih lensa kamera bisa dibilang gampang-gampang susah. Apalagi kalau terbentur urusan budget. Tapi meskipun budget jadi masalah, paling tidak, anda tahu dulu lensa apa yang tepat untuk kamera dan kegiatan fotografi anda. Sehingga, tidak sampai salah beli karena kurang tepat guna. Jadi, poin apa saja yang perlu dipertimbangkan?  

Sesuaikan dengan Kamera 
Lensa yang anda beli tentu saja harus sesuai dengan kamera anda. Apa lagi untuk pengguna SLR, jenis lensa harus benar-benar diperhatikan. SLR merupakan sistem berbasis, itu artinya jika anda mempunyai kamera Nikon, maka lensa yang dirancang untuk mount Canon tidak akan bekerja pada kamera anda. Sebaiknya sesuaikan platform lensa dengan platform kamera anda, kecuali jika anda ingin menggunakan adaptor atau memilih lensa dengan brand yang memang berbagi platform.   

Sesuaikan dengan Kebutuhan Spesifik 
Untuk kebutuhan berbeda, diperlukan lensa yang berbeda pula. Yang dimaksud disini adalah berkaitan dengan jarak fokus dan aperture maksimum. Secara umum, kalau dilihat berdasarkan pemakaiannya, lensa dapat dibagi menjadi 5. 

Yang pertama adalah lensa standar, dengan ukuran 50mm. Biasanya pada saat membeli kamera DSLR, lensa inilah yang merupakan lensa bawaannya. Lensa yang disebut juga dengan lensa normal ini memiliki sudut pandang dan faktor pembesaran sama dengan mata kita. 
Selanjutnya adalah lensa wide angle. Kalau anda suka memotret obyek yang luas pada ruang yang sempit, lensa ini cocok untuk anda. Dibandingkan lensa normal, jangkauan area yang tertangkap dengan lensa ini akan lebih luas. Semakin kecil jarak fokusnya, maka jangkauan pandangannya semakin luas. Ukuran lensa ini mulai dari 17mm hingga 35mm.  Bagi yang suka memotret landscape atau bereksperimen dengan sudut pandang lebar, lensa jenis ini bisa jadi pilihan.   

Ada juga lensa fish eye, yaitu lensa wide angle dengan ukuran 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Dengan lensa ini, gambar yang anda hasilkan akan tampak melengkung.   
Hasil Foto dengan Lensa Fish Eye 

Kebalikan dari lensa wide angle adalah lensa tele. Ukurannya 70mm ke atas. Lensa tele mendekatkan obyek namun pada saat bersamaan mempersempit sudut pandang. Cocok untuk keperluan seperti pemotretan event olahraga dan fashion, ataupun obyek-obyek yang jauh.   
Hasil Foto dengan Lensa Tele  

Yang terakhir adalah lensa zoom (vario). Lensa ini memiliki ukuran yang tidak fix, misalnya saja 80-200 mm. Lensa ini fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan melalui pengaturan ukurannya. Memang harganya relatif lebih mahal, tapi dapat diandalkan untuk kebutuhan yang bervariasi.

Komposisi Fotografi

Komposisi dalam bidang seni apapun adalah ibarat selera akan makanan, semua kembali ke preferensi  masing-masing. Namun begitu, ada beberapa panduan tertentu yang tak lekang waktu dan ikut di amini oleh mayoritas pelaku.
Duapuluh tips singkat komposisi untuk fotografi berikut disarikan dari beragam sumber tulisan serta buku fotografi dan semoga pembaca bisa menambah atau menguranginya dengan mengisi komentar di akhir tulisan. Isinya bukan aturan tapi panduan, karena sekali lagi komposisi adalah masalah selera.
  • Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatianSedot Perhatian
  • Sederhana, makin sederhana susunan foto anda makin kuat kesan yang ditimbulkan
  • Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut anda ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilang
  • Penuhi seluruh isi frame dengan obyek utama. Kadang foto yang kuat kesannya adalah foto yang tanpa background sama sekaliPenuhi Frame
  • Jangan biarkan ruang kosong mendominasi fotoruang
  • Cek daerah disekitar garis frame, jangan biarkan ada tangan, kaki atau bagian penting obyek terpotong tanpa alasan kuat
  • Maksimalkan penggunaan point of view (titik pandang) yang menarik, jangan melulu memotret dari depan subyek

Teknik Panning Fotografi

Teknik Panning membutuhkan kemampuan praktek, terkadang fotografer profesional pun tidak selalu berhasil dalam setiap jepretannya. Panning menggunakan rana berkecepatan rendah, biasanya 1/15 atau 1/30. Penggunaan kecepatan rana lebih rendah membutuhkan tripod untuk mencegah timbulnya gerakan vertikal kamera yang tidak diinginkan.


Untuk mencegah overexposure dengan kecepatan rana rendah pada cuaca terang, gunakan film berkecepatan rendah.Berikut ini adalah beberapa tipsnya :
  • Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
  • Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
  • Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera diantara angka tersebut
  • Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
  • Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
  • Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
  • Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil eksposur
  • Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!

Tips Tingkatkan Kecerdasan Anak :D


Berikut langkah meningkatkan kemampuan otak bayi yang diungkapkan oleh Alice Sterling Honig Ph.D seorang professor bidang perkembangan anak dari Syracuse University yang juga seorang pengarang buku talking with our baby: family as the first school

1. Siapkan kecerdasan anak sejak masa kandungan.  Selama kehamilan, ibu harus mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok. Waspadai juga paparan asap rokok, karena racun dalam rokok mampu menurunkan kecerdasan anak 4 tingkat.

2. Membiasakan diri untuk bercerita dengan bayi selama masa kandungan juga akan membuat anak kelak lebih mudah mengerti kata-kata dan cepat belajar bicara.

3. Ajak bayi untuk bermain. Bermain bersama bayi bukan hanya akan menyenangkan hatinya, tapi juga mengajarnya mengartikan rangsangan.

4.  Berikan perhatian. Perhatian yang lebih akan kemampuan bayi akan membuat bayi menyadari bahwa ia dicintai dan akan bersedia berobservasi bersama-sama.

5. Ajarkan anak untuk mencintai buku. Biasakan untuk membaca bersama anak sejak masih dalam kandungan. 

6. Berikan ia sentuhan kasih sayang. Sebuah studi mengungkapkan bayi yang tidak sering diberikan sentuhan ukuran otaknya jauh lebih kecil dibandingkan teman-teman seusianya. Jangan biarkan anak menangis terlalu lama tanpa alasan yang jelas. Karena terkadang bayi menangis karena merasa tidak nyaman dengan lingkungannya.

7. Berikan mainan yang merangsang kemampuan otaknya.

8. Lakukan pijat bayi secara rutin.  Pijat bayi juga merupakan bentuk pengajaran pada bayi bahwa ia disayang dan aman. 

9. Biarkan bayi mengeksplorasi kemampuannya. Orangtua harus memberikan ruang bagi bayi untuk bebas mengekspresikan kemampuannya.

10. Bernyanyilah, karena ini akan membuat otak anak terangsang mengenal irama.

11.  Ada beberapa anak yang sangat mudah beradaptasi namun tak sedikit yang sulit beradaptasi. Jika anda bisa memahami temperamen anak anda, anak akan merasa aman dan nyaman sehingga ia bisa dengan mudah bereksplorasi.

12. Waktu makan pun bisa Anda jadikan sebagai waktu belajar yang unik. Sambil menyuapinya, Anda bisa menceritakan asal mula makanan tersebut, rasanya dan lain-lain. Ini akan merangsang bayi untuk mengenal benda dengan cepat dan membuatnya menyukai waktu makan dan makanan.

13. Gunakan kalimat larangan hanya untuk saat dimana memang membahayakan untuk anak. Anda bisa meminimalisirkan larangan dengan menyediakan ruangan yang cukup bagi anak untuk bereksplorasi. Dengan penuh kasih sayang, kehangatan, kegembiraan, rasa nyaman dan aman, pemberian contoh--bukan dipaksa--dorongan, penghargaan, serta koreksi bila ia salah, anak akan lebih percaya diri, mandiri, serta kreatif.

Teknik Dalam Dunia Fotografer




Bagi yang pemula pastinya perlu belajar lagi agar bisa menciptakan foto yang menarik dan bagus dan itu semua memerlukan teknik , nah guwa akan memberikan beberapa teknik dalam berfoto ada 7 :


  1. "Zooming" Membuat tampilan objek menjadi dekat dan juga bisa menjauh atau disebut "Zoom out" di Fitur kamera tersebut.
  2. "Panning" Adalah tampilan objek seperti motor balap yang melaju kencang namun kita hanya ingin mendapatkan fokusnya pada motor tersebut ketika balap dan pada bagian Background nya atau latar nya  itu blur sehingga titik fokus hanya pada motor yang sedang melaju kencang.
  3. "Double/multi eksposure" merupakan teknik foto yang memiliki  2 macam objek dalam satu bingkai namun ini memerlukan teknik yang tepat,konsep,dan juga kreatifitas yang menarik.
  4. "Bulb" sudah pada banyak dengar kah? jika belum maka saya jelaskan fasilitas blub digunakan bila pada saat foto dimalam hari dan kita tidak mendapatkan cahaya yang berlebih dan sudah pakai cara settingan lain namun tetap sama juga fasilitas bulb akan sangat membantu dalam hal ini.
  5. "Siluet" adalah teknik foto untuk mendapatkan objek dalam keadaan gelap contohnya saya foto anda nah di belakang anda atau di balik anda ada cahaya terang seperti matahari nah dengan begitu kita bakalan mendapatkan objek dalam keadaan gelap.
  6. "Framming" mendapatkan foto secara bingkai dalam arti kita membuat 1 objek nah di sisi-sisi nya itu kita foto juga agar terlihat memakai bingkai contohnya anda difoto sendirian nah disisinya saya memakai daun-daun untuk mendapatkan efek bingkainya.
  7. "Strobis" Adalah teknik foto yang menggunakan eksternal flash sehingga kita bisa mengatur intesitas cahaya yang mau lebih dan lain-lain.

Pencahayaan dalam fotografi


pencahayaan merupkan element penting dalam fotografi, ada 2 jenis pencahayaan dalam fotografi yaitu cahaya alami dan cahaya buatan.

contoh cahaya alami adalah :
matahari.

contoh cahaya buatan:
lampu pijar, neon, api las dll.

ARAH CAHAYA :


Arah cahaya juga merupakan hal penting dalam fotografi, tiap arah memiliki efek berbeda tergantung bagaimana foto yang ingin kita hasilkan. beberapa contohnya yaitu :

Front light : frontlight atau cahaya depan merupakan cahaya yang membosankan, cahaya yang datang dari depan menghasilkan kesan flat pada foto, tidak ada gradasi yang dihasilkan.

Sidelight: cahaya samping menghasilkan efek dramatis pada foto, efek yang dihasilkan bermacam-macam, banyak digunakan untuk foto-foto lowkey.

RIM light : RIMlight menghasilkan efek garis potong pada objek foto, juga untuk memisahkan objek dengan background.

backlight atau cahaya belakang menghasilkan efek siluet pada foto jika tidak diberi fill in ligh pada objek.